Karamah Habib Muhammad Bin Husein Al-Aydrus 'Wajahnya Seterang Neon'

- Senin, 27 Juni 2022 | 14:22 WIB

 

Pontianak, Pelita Pengetahuan-Suatu malam,di sebuah mesjid di Surabaya, di gelar majlis ta’lim rutinan. Yang hadir lumayan banyak, khusuk menyimak tausiah yang di sampaikan oleh seorang ulama. Akan tetapi tiba –tiba listrik padam, mesjid menjadi gelap gulita. Waktu itu ba’da Isya’ suasana pun gaduh.jama’ah pun berhamburan keluar dari majlis itu.

Tampaklah kemudian sosok laki laki mengenakan gamis berwarna putih di padu rida hijau di pundak memasuki mesjid dengan langkah perlahan. Lelaki ini kelihatan penuh karisma begitu ia berada di dalam mesjid, tampaklah pemandangan yang menakjubkan: seluruh ruangan mesjid berubah terang benderang, seolah ada lampu neon yang menyala, padahal listrik masih padam. Seluruh pasang mata memandang penuh keheranan. ”Dari manakah gerangan datangnya cahaya ini ?” sesaat, setelah mereka perhatikan dengan sesakma , mereka pun sadar bahwa cahaya yang menerangi mesjid itu ternyata pancar dari tubuh lelaki bergamis putih dan bersurban hijau atau rida yang baru memasuki mesjid itu. Semua orang terperanjat kagum dan bertanya–tanya , siapakah gerangan sosok lelaki itu ? 

 

Belakangan mereka mengerti, lelaki berkarisma itu bernama Habib Muhammad bin Husein al –Aydrus. Semenjak peristiwa aneh itu, ia pun lebih dikenal dengan julukan Habib Neon hingga sekarang.

Habib Neon lahir di kota Tarim Hadhramaut pada tahun 1888 Masehi. Kewaliannya tidak begitu tampak di kalangan orang awam. Namun bagi kaum ‘arifin billah’, derajat dan karamah Habib Muhammad sudah bukan hal yang asing lagi, habib ini lebih sering berinteraksi dengan orang khusus itu.

Sejak kecil Habib Muhammad di didik dan di asuh oleh ayahandanya sendiri yang bernama Habib Husein bin Zainal Abidin al –Aydrus, seseorang yang di kenal alim  dan ahli ma’rifat . Setelah usianya cukup matang, dengan seizin ayahnya Habib Muahmmad pergi merantau ke negeri Singapura.

Setelah beberapa waktu bermukim di Singapura, ia pindah ke Palembang, Sumatera Selatan . Di kota ini ia menikah dan di Karuniai seorang putri dari Palembang, Habib Muhammad kemudian melanjutkan perantauan nya ke pekalongan, Jawa tengah sebuah kota yang menjadi saksi bisu pertemuannya dirinya dengan al-Imam al-Quthb Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Seggaf Gresik. Untuk pertama kalinya di pekalongan Habib Muhammad seringkali mendampingi Habib Ahmad bin Tholib al-Atthos.

Dari pekalongan kamudian ia pindah ke Surabaya, tepatnya kediaman Habib Mustafa al-Aydrus yang tidak lain adalah pamannya sendiri.

Halaman:

Editor: Alansyah

Tags

Terkini

Cegah Sifat Was-Was dalam Shalat dengan Cara Ini

Sabtu, 17 September 2022 | 15:17 WIB

Kehidupan kita akan lebih baik bilamana?

Selasa, 13 September 2022 | 15:18 WIB

1 MUHARAM 1444 H (SELAMAT TAHUN BARU ISLAM)

Sabtu, 30 Juli 2022 | 22:21 WIB

Apa saja sih amalan yang dicintai Allah SWT?

Sabtu, 16 Juli 2022 | 06:02 WIB

Orang yang Paling Rugi di Dunia

Sabtu, 2 Juli 2022 | 22:11 WIB

Niat Dalam Mencari Ilmu

Selasa, 28 Juni 2022 | 20:09 WIB

Khadijah Sosok Teladan Perempuan Ahli Surga

Rabu, 22 Juni 2022 | 15:43 WIB
X